Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • ski smadapare 8:43 pm on August 24, 2011 Permalink | Reply  

    Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya 

    Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.

    Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

    “(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15) (More …)

     
    • zzz 6:42 am on August 28, 2011 Permalink | Reply

      like this

    • gema al kadiry 1:15 pm on September 30, 2011 Permalink | Reply

      kemarin ana udah kirim artikel ke abu, coba dicek

    • fery 3:48 pm on November 16, 2011 Permalink | Reply

      alhamdulillah,
      semoga qt semua tetap istiqomah di jalan yang haq

  • ski smadapare 9:54 am on January 1, 2012 Permalink | Reply  

    Penyakit Dan Obat pada Lalat 

    Pernahkah anda mengalami? ketika minuman anda dimasuki lalat?

    Ya,  pasti anda akan merasa jijik dan akan membuang atau mengganti minuman anda. Wah.. mubazdir kalau begitu, tenang, ternyata sayap lalat juga mengandung obat lho.. kok bisa? Nah simak terus berikut ini.

    Nabi Bersabda, “Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad)
    Dalam rwayat lain: “Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya” (HR. Ahmad, Ibn Majah)

    Diantara mu’jizat kenabian Rasulullah dari aspek kedokteran yang harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah alat pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat sudah beliau ungapkan 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun tercelup ke air.

    Dan percobaan ilmiah kontemporer pun sudah dilakukan untuk mengungkapkan rahasia di balik hadits ini. Bahwasannya ada kekhususan pada salah salah satu sayapnya yang sekaligus menjadi penawar atau obat terhadap bakteri yang berada pada sayap lainnya. Oleh karena itu, apabila seekor lalat dicelupkan ke dalam air keseluruhan badannya, maka bakteri yang ada padanya akan mati, dan hal ini cukup untuk menggagalkan “usaha lalat” dalam meracuni manusia, sebagaimana hal ini pun telah juga ditegaskan secara ilmiah. Yaitu bahwa lalat memproduksi zat sejenis enzim yang sangat kecil yang dinamakan Bakter Yofaj, yaitu tempat tubuhnya bakteri. Dan tempat ini menjadi tumbuhnya bakteri pembunuh dan bakteri penyembuh yang ukurannya sekitar 20:25 mili mikron. Maka jika seekor lalat mengenai makanan atau minuman, maka harus dicelupkan keseluruhan badan lalat tersebut agar keluar zat penawar bakteri tersebut. Maka pengetahuan ini sudah dikemukakan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam dengan gambaran yang menakjubkan bagi siapapun yang menolak hadits tentang lalat tersebut.

    Dan Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Univ. Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang “hadits lalat ini” dan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Dan di zaman sekarang, para pakar penyakit yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun, baru bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.

    Berdasarkan hal ini, jelaslah bahwa ilmu pengetahuan dalam perkembangannya telah menegaskan penjelasannya dalam terori ilmiah sesuai dengan hadits yang mulia ini. Dan mukjizat ini sudah dikemukakan semenjak dahulu kala, 14 abad yang silam sebelum para pakar kedokteran mengungkapkannya baru-baru ini.

    Sumber: http://www.islamicmedicine.org

     
  • ski smadapare 9:44 am on January 1, 2012 Permalink | Reply  

    Etika Tidur dan Bangun Tidur 

    Allah berfirman:

    Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. (QS. Ar-Ruum: 23).

    Tidur adalah kenikmatan dari Allah Azza Wajalla,  seorang manusia akan merasakan ketenangan dan istirahat yang baik tatkala diberi kesepatan untuk tidur. Rasulullah Shallaahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan bagi setiap muslim, Telah mengajarkan kepada kita, etika tidur beliau dan bangun tidur beliau. Maka barang siapa yang memperhatikan tidurnya, niscaya dia akan mendapati bahwa tidumya beliau paling sempurna dan paling bermanfaat bagi tubuh.

    Berikut adalah hal etika tidur dan bangun tidur, yang telah di ajarkan oleh Nabi:

    1. Berintrospkesi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuhasabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah dan jika sebaliknya maka hendaknya segera mohon ampunanNya, kembali dan bertaubat kepadaNya.

    2. Tidur dini, berdasarkan hadits yang bersumber dari ‘Aisyah “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur pada awal malam dan bangun pada penghujung malam, lalu beliau melakukan shalat” (Muttafaq ‘alaih).

    3. Disunnatkan berwudlu’ sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan. Al Bara’ bin ‘Azib menuturkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila kamu akan tidur, maka berwudlu’lah sebagaimana wudlu’ untuk shalat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan …” Dan tidak mengapa berbalik ke sebelah kiri nantinya.

    4. Disunnatkan pula mengibaskan sprei tiga kali sebelum berbaring, berdasarkan hadits abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…” Dia dalam satu riwayat dikatakan: “tiga kali” (Muttafaq ‘alaih).

    5. Makruh tidur tengkurap. Abu Dzar menuturkan: ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda: ‘Wahai Junaidah (panggilan abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka’ (H.R Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al Albani).

    6. Makruh tidur di atas dak terbuka, karena di dalam hadits yang bersumber dari ‘Ali bin syaiban disebutkan bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: ‘Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya’ (HR Al Bukhari di dalam al Adab al Mufrad, dan dinilai shahih oleh Al Albani).

    7. Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari Jabir diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman’ (Muttafaq ‘alaih).

    8. Membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al Baqarah,Surah Al Ikhlas dan al Mu’awwidzatain (al Falaq dan An Naas), karena banyak hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut.

    9. Membaca do’a-do’a dan dzikir yang keterangannya shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti:

    ‘Allahumma qinii ‘adzabaka yauma tab’atsu ‘ibaadaka’

    ‘Ya Allah, peliharalah aku dari adzabMu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hambaMu’. Dibaca tiga kali (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani)

    Dan membaca:

    ‘Bismika Allahumma amuutu wa ahyaa’

    ‘Dengan menyebut namaMu ya Allah, aku mati dan aku hidup’ (HR. Al Bukhari)

    10. Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan, maka disunnatkan (dianjurkan) berdo’a dengan do’a berikut ini:

    ‘A’uudzu bikalimaatillahit taammati min ghadlabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdluruun’

    Aku berlindung dengan Kalimatullah yang sempurna dari murkaNya, kejahatan hamba-hambaNya, dari gangguan syetan dan kehadiran mereka kepadaku (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani)

    11. Hendaknya apabila bangun tidur membaca:

    ‘Alhamdu lillahilladzi ahyaanaa b’da maa amaatanaa wa ilaihinnisyuur’

    Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikanNya dan kepadaNya lah kami dikembalikan (HR. Al Bukhari)

    (Dikutip dari kitab Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Azis bin Baz)

     
  • ski smadapare 9:39 am on December 31, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Kisah   

    Bakti Uwais Al-Qorni kepada Ibunya 

    Oleh: Ustadz Armen Halim Naro, Rahimahullah
    Pernah dengar cerita seorang tabi’in yang shalih dan sangat berbakti kepada ibunya? Demikian utamanya tabi’in ini, sampai-sampai jauh sebelumnya telah dikhabarkan oleh Rasulullah.
    Beliau menceritakan keutamaan Uwais dan berpesan jika bertemu dengannya, hendaklah meminta do’a kepadanya agar diampuni Allah. Bagaimana kisahnya? Siapa sahabat yang (akhirnya) menemuinya?
    Rasulullah pernah bercerita,

    “Sungguh, kelak ada orang yang termasuk tabi’in terbaik yang bernama Uwais. Dia mempunyai seorang ibu, dan dia sangat berbakti kepadanya. Sehingga, kalau dia mau berdoa kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkan do’anya. Dia mempunyai sedikit bekas penyakit kusta. Oleh karena itu, perintahkan dia (untuk berdo’a), niscaya dia akan memintakan ampun untuk kalian.” (HR. Muslim)

    Umar bin Khathab bila datang ke pelosok negeri Yaman selalu bertanya kepada orang-orang di sana, “Apakah di antara kalian ada yang bernama Uwais bin Amir?” Suatu ketika Umar bertemu dengan seseorang yang ternyata (dia itu adalah -red vb) Uwais bin Amir. Umar bertanya kepadanya, “Apakah kamu yang bernama Uwais bin Amir?” Orang itu menjawab, “Betul.” Umar bertanya lagi, “Apakah kamu terkena penyakit kusta dan bisa sembuh kecuali ada sebesar uang dirham yang tidak tersembuhkan?” Orang itu menjawab, “Ya.” Umar bertanya lagi, “Apakah kamu mempunyai seorang ibu?” Orang itu menjawab, “Punya.” Kemudian Umar berkata, Saya pernah mendengar Rasulullah berkata, ‘Akan ada di antara kalian seseorang bernama Uwais bin Amir yang tinggal di pelosok Yaman dari Murad, Kemudian dari Qaran. Dia mempunyai bekas-bekas penyakit kusta dan bisa hilang bekas-bekas tersebut kecuali sebesar uang dirham yang tidak tersembuhkan. Dia mempunyai seorang ibu dan dia sangat berbakti kepada ibunya itu. Kalau dia mau berdoa kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkan doanya. Kalau kamu bisa mengupayakan agar dia memintakan ampun untuk kalian, lakukanlah!’ Oleh karena itu, mohonkan ampunan untukku dan untuk beliau.1 Kemudian Umar bertanya kepadanya, “Hendak ke mana kamu?” Orang itu menjawab, “Ke Kufah.” Umar berkata, “Kalau begitu, saya akan angkat kamu menjadi pegawai di sana.” Orang itu menjawab, “Saya lebih suka menjadi orang-orang rendahan saja.”

    Catatan Kaki
    1
    Pada tahun 22H, Umar bin Khathab pergi haji ke Masjidil Haram. Di sana dia bertanya tentang Uwais, dan dia bisa menemukannya. Umar meminta kepadanya agar memintakan ampun untuknya sebagaimana yang pernah diperintahkan oleh Nabi kepadanya. Uwais Al Qarni meninggal pada perang Shiffin. Ada yang mengatakan tidak pada perang Shiffin. Lihat kitab Al-Mi’dan Al-’Adani.

    Sumber : http://blog. vbaitullah. or.id/2004/ 07/14/275- bakti-uwais- al-qarni- kepada-ibunya/

    Kisah ini dapat juga didengarkan di file kedua ceramah yang dibawakan oleh Ustadz Armen Halim Naro, Rahimahullah.

    http://kajian. net/kajian- audio/Ceramah/ Armen%20Halim% 20Naro/Bersemila h%20Ramadhan

    *Semoga dari kisah di atas kita mampu memetik sebuah pelajaran berharga, semoga bermanfaat.

     
  • ski smadapare 6:53 am on December 30, 2011 Permalink | Reply  

    Sering Terucap Namun Luput Dari Renungan 

    Banyak di antara kalangan masyarakat awam, masih beranggapan bahwa yang dibawa oleh Islam adalah konsep monotheisme, yaitu konsep agama yang hanya memiliki satu Tuhan. Kebalikannya adalah politheisme, yang menganggap adanya lebih dari satu Tuhan yang disembah. Padahal sejatinya Islam membawa ajaran Tauhid, yang lebih dari sekedar monotheisme. Salah kaprah inilah yang memupuk tumbuhnya berbagai praktek kesyirikan.

    Nampaknya, banyak di antara kita belum merenungkan secara mendalam ayat Qur’an, dzikir dan doa yang hampir setiap hari terucap dari lisan kita, yang sebenarnya sangat lugas mengikrarkan konsep Tauhid dan bukan sekedar monotheisme. Ya, konsep Tauhid yang diajarkan Islam sesungguhnya sangat bisa dipahami dari dzikir, doa dan ayat-ayat sederhana yang sering dibaca oleh kebanyakan kita. Beberapa di antaranya akan dibahas pada tulisan ini. (More …)

     
  • ski smadapare 9:44 pm on September 17, 2011 Permalink | Reply  

    Lumpuhnya Tangan Seorang Anak yang Berusaha Membunuh Ibunya 

     Telah diriwayatkan, bahwa ada seorang anak yang durhaka memiliki istri pelacur yang tidak memiliki kebaikan sama sekali. Ibunya sering menasihatinya akan kejelekan istrinya. Akan tetapi dia tidak mendengar nasihat sang ibu karena terpengaruh dengan istrinya. Istrinya adalah seorang pelacur yang bukan berasal dari negerinya dan bukan dari daerahnya. Maka dari itu, bagi orang yang hendak menikah, hendaklah dia berhati-hati agar tidak menikah dengan seorang perempuan yang tidak diketahui keluarga dan orang-orang yang ada di sekitarnya, agar dia tidak binasa dengan kesudahan yang tidak dia inginkan. (More …)

     
    • aq 11:57 pm on September 17, 2011 Permalink | Reply

      tolong kasih alinea2 gitu po o, biar g bingung

c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.