Updates from September, 2008 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • ski smadapare 10:32 am on September 27, 2008 Permalink | Reply  

    kun fa yakuun 

    Ketika itu aku membuka kehidupan yang nyata, kupersiapkan hati dan mata hatiku untuknya. Namun kuutamakan hati karena memang dia yang paling utama, hati yang mampu tuk memecahkan alam semesta dengan batuan mata.Manakala malam semakin terasa, hatiku terus berbisik dan berbincang dengan sang penguasa. Hanya saja mataku tak kuasa untuk berkata, aku terdiam membisu dan kemudian jatuh diatas bumi, jasmani yang bersamaku telah pergi terbawa angin malam.
    (More …)

     
  • ski smadapare 8:49 am on September 24, 2008 Permalink | Reply  

    Al-Qur’an Mewqarnai Kongres A.S. 

    Bukan hanya ingin tampil beda, Keith Ellison bertekad menggunakan Alquran bersejarah dalam pengambilan sumpah jabatannya sebagai anggota Kongres AS. Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS ini berkeinginan kuat mengkampanyekan semangat toleransi lewat seremoni tersebut.

    Anggota Kongres AS yang baru saja terpilih lewat pemilu beberapa waktu lalu diambil sumpahnya pada Kamis (4/1) waktu setempat. Hampir semua anggota Kongres, menggunakan Injil dalam acara tersebut. Namun Ellison memilih menggunakan Alquran. Lewat Kitab Suci tersebut, dia ingin menyampaikan pesan bahwa perbedaan agama bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Tak cuma itu, Alquran yang akan digunakan Ellison dalam pengambilan sumpah jabatannya itu adalah Alquran yang sudah berumur tua dan bersejarah. Kantor Berita AP, menulis Alquran tersebut murupakan salah satu koleksi bersejarah milik Thomas Jefferson (mantan presiden AS).

    imagePresiden ketiga AS ini memang memiliki hobi mengoleksi buku tentang berbagai topik. Alquran yang semula menjadi koleksi bersejarahnya itu kemudian dijual ke Kongres AS pada 1815. Hingga saat ini, Alquran tersebut masih tersimpan di perpustakaan Kongres. Tak hanya bersejarah, Alquran ini juga selamat dari kebakaran yang pernah melalap gedung Kongres pada 1851.

    (More …)

     
  • ski smadapare 1:19 pm on September 17, 2008 Permalink | Reply  

    17 Tempat Masuknya Setan 

    Syetan masuk ke dalam diri seseorang untuk merusak dan menyesatkan itu melalui beberapa hal yaitu:

    1.Kebodohan
    Kebodohan itu mematikan hati dan membutakan penglihatan sehingga orang yang bodoh itu tidak mengerti mana yang baik dan mana yang jahat, mana yang sunnah dan mana yang bid’ah. mana yang halal mana yang haram, mana yang haq dan mana yang batal, begitu seterusnya.
    Karena keadaannya yang demikian maka syetan memanfaatkan kebodohan ini untuk merusak dan menyesatkan manusia. Untuk itu Alloh melarang menjadi orang yang bodoh. Alloh berfirman :
    وَلَوْ شَاءَ اللهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدى فَلاَ تَكُوْنَنَّ مِنَ الْجَاهِلِيْنَ * سورة الأنعام ٣٥
    “Dan jika Alloh menghendaki, niscaya Alloh mengumpulkan mereka di atas petunjukNya, maka jangan sekali-sekali kalian menjadi orang yang bodoh.“

    Nabi Musa ‘alaihis salaam pernah berdo’a :
    قَالَ أَعُوْذُ بِاللهِ أَنْ أَكُوْنَ مِنَ الْجَاهِلِيْنَ * سورة البقرة ٦٧
    “Berkata Musa : aku berlindung kepada Alloh bahwa aku termasuk orang yang bodoh.”

    2. الْغَضَبُ : marah
    Marah itu termasuk tempat masuknya syetan yang besar dan perangkapnya. Syetan mempermainkan kemarahan seseorang dalam rangka menyesatkan pelakunya itu seperti anak kecil mempermainkan bola seenaknya, begitu mudahnya orang yang marah itu dipalingkan dari kebenaran sehingga mulut yang biasa sopan bisa mengeluarkan kata-kata yang jorok, kasar, bisa mencaci maki, mengumpat, mencela, mencemooh dan lain-lain.
    Anggota badannya bisa tak terkendali, sehingga memukul, menyerang, merobek-robek, melukai, membunuh dan lain-lain yang jelek. Hati orang yang marah dipenuhi rasa dengki, iri hati, menyimpan dendam terhadap orang yang dimarahi.
    قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  إِنِّى لأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ * رواه البخارى
    “Bersabda Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam : sesungguhnya aku mengerti satu kalimat yang kalau dia mengucapkannya niscaya hilang marah yang ia temui yaitu :
    أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

    (More …)

     
  • ski smadapare 9:39 pm on September 9, 2008 Permalink | Reply  

    Akhlaq dan Budi Pekerti Orang Iman 

    وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَخْلاَقِ الْمُؤْمِنِ :

    ١ – قُوَّةً فِي دِيْنٍ :

    > Orang beriman itu harus kuat memegang teguh pendiriannya, kuat memegang teguh keyakinannya, tidak mudah terpengaruh keadaan dan tidak lemah karena cobaan.

    ٢ – وَحَزْمًا فِي لِيْنٍ :

    > Orang yang beriman itu harus mampu memberi penilaian yang benar, tegas dalam mengambil sikap tetapi berlapang dada, mudah menerima nasehat, pitutur dan pengarahan2, tidak membela diri karena kuwatir jatuh harga dirinya, bisa sakdermo, hatinya gampangan untuk di ajak maju, berprestasi yang lebih baik dan menuju kearah kesempurnaan.

    ٣ – وَإِيْمَانًا فِي يَقِيْنٍ : (More …)

     
  • ski smadapare 5:24 pm on September 2, 2008 Permalink | Reply  

    Ramadhan Sang Tamu Agung 

    Allah telah memilih bulan Ramadhan bagi ummat Islam
    sebagai satu bulan yang penuh berkah dan mulia
    (Dr. Yusuf al-Qaradhawi)

    Kedatangan seorang tamu bagi seseorang, apalagi tamu yang membawa segala yang diharapkan pastilah orang itu akan merasa riang dan gembira. Kenapa? Setidaknya, sang tamu dapat memenuhi harapan kita sebagai tuan rumah. Bagi orang yang sudah memiliki keluarga dan anak-anak, kehadiran tamu merupakan hal yang sangat menyenangkan, apalagi sang tamu sudah lama dinanti dan diidam-idamkan dalam waktu yang begitu lama. Belum lagi bila sang tamu tergolong the have. Bukan tidak mustahil sang tamu dapat membantu meringankan beban materil tuan rumah. Begitu pula kiranya -hemat penulis-dengan bulan Ramadhan. Bulan yang mulia, penuh berkah, bertabur pahala dan lipatan ganjaran kebaikan merupakan Sang Tamu Agung yang harus kita sambut dengan senang dan gembira.

    Ramadhan adalah tamu yang banyak membawa keberkahan, nikmat, curahan pahala dan berbagai kebaikan. Sangat naïf sekali jika seorang Muslim tidak sadar akan kehadiran Sang Tamu Agung ini. Apalagi kalau sampai lalai dan baru sadar ketika sang tamu sudah akan pergi meninggalkan sang tuan rumah. Bukankah nabi saw. mengatakan bahwa jika seorang tamu datang berkunjung, ia membawa seribu berkah?

    Ramadhan : Tamu yang penuh berkah

    Allâh telah mewajibkan ibadah puasa kepada kita pada bulan Ramadhan. Tidak mungkin Allâh mewajibkannya pada bulan tersebut, kecuali mengandung rahasia-rahasia yang luar biasa, hikmah yang tinggi, ada yang sudah kita ketahui dan ada yang belum kita ketahui yang sebagian dari hikmah dan rahasia tersebut telah diketahui oleh para ilmuwan sejalan dengan kemajuan zaman (Dr. Yusuf al-Qaradhawi, 1995: 288).

    (More …)

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.