Updates from September, 2011 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • ski smadapare 9:48 pm on September 4, 2011 Permalink | Reply  

    WASIAT ABU DZAR TENTANG INGAT MATI 

    An-Nadhr bin Ismail berkata, bahwa aku mendengar Abu Dzar berkata, “Adapun kematian, ia telah kalian kenal, dan kalian melihatnya di setiap siang, dan malam. Kematian terjadi pada orang mulia di keluarganya, terhormat di sanak familinya, dan ditaati kaumnya, ia pergi menuju liang kering, dan batu-batu besar yang bisu. Keluarganya tidak mampu memberikan bantal kepadanya, karena bantalnya ketika itu adalah amal perbuatannya. Kematian juga terjadi pada orang yang sedih dan terasing, ia dirundung banyak kesedihan selama hidup di dunia, dan bekerja lama sekali hingga badannya lelah karenanya, kemudian kematian datang kepadanya sebelum ia meraih keinginannya. Kematian datang kepadanya dengan tiba-tiba. Kematian juga terjadi pada anak yang masih menyusu, orang sakit keras, dan orang yang tenggelam dalam kejahatan. Mereka semua mendapatkan jatah kematian. Tidakkah para ahli ibadah mengambil ibrah (More …)

     
  • ski smadapare 10:40 pm on October 31, 2008 Permalink | Reply  

    Orang Pandai Menurut Rosululloh 

    Orang Pandai Menurut Rasul

    October 31, 2008

    Orang yang pandai menurut Rasulullah adalah :

    قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْكَيِسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَجِزُ مَنْ اَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا ثُمَّ تَمَنَّى عَلَى اللهِ * رواه ابن ماجه

    Rasulullah SAW bersabda: “orang yang pandai adalah orang yang mempersiapkan dirinya dan beramal untuk setelah mati. orang yang lemah adalah orang yang mengikutkan dirinya pada hawa nafsunya kemudian dia berangan-angan pada Allah”. (HR. Ibnu Majah)

    Mengapa orang yang pandai adalah orang yang mempersiapkan dirinya dengan beramal untuk persiapan setelah mati? Karena Rasulullah telah membuat perbandingan antara dunia dan akhirat.

    مَا مَثَلُ الدُنْيَا فِى اْلاَخِرَةِ اِلاَّ مَثَلُ مَا يَجْعَلُ اَحَدُكُمْ اِصْبَعَهُ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ * رواه ابن ماجه

    Rasulullah bersabda : “gambaran dunia dengan akhirat seperti gambarannya salah satu kalian memasukkan jarinya kedalam lautan maka lihatlah yang kembali” (HR Ibnu Majah)

    Dunia diibaratkan setetes air yang jatuh dari jari-jari sedangkan akhirat adalah lautan yang terbentang luas. Dengan kita mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat berarti kita memersiapkan diri untuk menyambut kehidupan yang hakiki, kehidupan yang tiada lagi kematian.

    Jangan jadikan sibuk untuk mengejar kedunian melupakan persiapan untuk kehidupan diakhirat. jadikan harta yang kita dapatkan untuk menunjang persiapan kita menghadap pada-Nya dengan beramal sesuai ketentuan-Nya. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan dan rahmat-Nya.

     
  • ski smadapare 10:32 am on September 27, 2008 Permalink | Reply  

    kun fa yakuun 

    Ketika itu aku membuka kehidupan yang nyata, kupersiapkan hati dan mata hatiku untuknya. Namun kuutamakan hati karena memang dia yang paling utama, hati yang mampu tuk memecahkan alam semesta dengan batuan mata.Manakala malam semakin terasa, hatiku terus berbisik dan berbincang dengan sang penguasa. Hanya saja mataku tak kuasa untuk berkata, aku terdiam membisu dan kemudian jatuh diatas bumi, jasmani yang bersamaku telah pergi terbawa angin malam.
    (More …)

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.